About the Blogger

Cuma Mahasiswa yang suka luntang lantung dan gak tahu arah. makannya doyan jalan-jalan buat nyari arah.
aku? siapa? mampir aja ke sini atau ke sini . tar juga tau. hehe
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Januari 2014

Coba tanya dirimu sendiri.


  1. Apakah kamu, melakukan semua hal yang ingin kamu lakukan?
  2. Berapa janji yang telah kamu layangkan, dan berapa pula yang telah kamu tepati?
  3. Apakah, kamu akan melanggar peraturan itu, demi orang yang kamu sayangi?
  4. Adakah hal yang kamu tau, kamu harus meninggalkannya, tapi akhirnya ga bisa?
  5. Inget ga, hal hal yang kamu benci 10 tahun lalu? masih kesel ga ampe sekarang?
  6. Kalo, misalnya nih, kamu mati sekarang, ada ga, yang bakal kamu seselin?
  7. Takut ga sih kamu, untuk melakukan sebuah kesalahan, walaupun kesalahan yang akan kamu buat, gak ada hukumannya?
  8. Apa sih, yang ngebuat kamu beda dari orang lain?
  9. Sudahkah kamu membentuk karaktermu?
  10. Kalo ajanih, hari ini kiamat, kamu bakal ngapain?
  11. Kalo kamu, ketemu sama seseorang yang benar-benar mirip denganmu di kehidupan ini, apakah kamu bakal menyukainya?
PS: Remember, You Only Live Once!

Hayo, Liat Apa?

Coba, beritahu aku, apa yang kamu lihat? dan coba tanya anak itu.



Ini Warnaku, mana Warnamu?

Warna? warna bisa mempengaruhi Mood seseorang lho. tau gak? kenapa MCD, KFC, logonya warna merah?  tau gak, kenapa tiap ngeliat langit yang biru, rasanya jadi tenang. dan melihat pepohonan yang hijau, rasanya jadi segar. ternyata, warna juga punya jiwa yang dapat mempengaruhi orang yang melihatnya. berikut penjelasannya.

Merah
Merah adalah warna yang paling emosional, sehingga sebagaimana orang lagi emosi, warna merah dapat meningkatkan detak jantung dan frekuensi nafas. Dalam psikologi warna merah merupakan simbol dari energi, gairah, action, kekuatan dan kegembiraan. Dominasi warna merah mampu merangsang indra fisik seperti meningkatkan gairah seksual. Warna merah dapat meningkatkan nafsu makan, sehingga banyak restoran yang menggunakan warna merah, kayak McD, Pizza Hut, KFC, Wendy's. Merah adalah warna yang menarik perhatian, sehingga ahli dekorasi mengatakan kalau ada furniture yang berwarna merah, benda itu harus sempurna. Karena menarik perhatian itulah, data menunjukkan kalau mobil berwarna merah adalah mobil yang paling sering dicuri. Negatifnya warna merah identik dengan kekerasan dan kecemasan. Untuk menjaga keseimbangannya warna merah baik jika dipadukan dengan warna biru muda.

Kuning
Warna kuning adalah warna yang ceria dan hangat. Kuning membuat bayi mudah menangis, jadi jangan cat kamar bayi dengan warna kuning. Dengan warna kuning, orang akan lebih berkonsentrasi, dengan warna kuning orang jadi turun emosi. Dari sisi psikologi keberadaan warna kuning dapat merangsang aktivitas pikiran dan mental. Warna kuning sangat baik digunakan untuk membantu penalaran secara logis dan analitis sehingga individu penyuka warna kuning cenderung lebih bijaksana dan cerdas dari sisi akademis, mereka lebih kreatif dan pandai meciptakan ide yang original.

Biru
Warna biru menggambarkan ketenangan, tapi kalau kebanyakan, kitanya yang malah bisa depresi. Ada juga penelitian yang menyatakan kalau karyawan akan lebih produktif jika ruang kerja mereka berwarna biru. Penelitian lebih unik lagi menunjukkan kalau atlet dapat mengangkat beban lebih berat pada ruangan bercat biru. Berlawanan dengan warna merah, warna biru malahan dapat menurunkan nafsu makan. Orang yang ingin diet disarankan sering menggunakan warna biru. Biru menggambarkan loyalitas, jadi kalau ingin ikut interview kerja, pakai pakaian biru. Sekarang, biru biasa dipakai pada perusahaan bisnis, karena warna biru mampu memberi kesan profesional, kepercayaan, produktif dan tidak invasif. Berdasarkan cara pandang ilmu psikologi warna biru tua mampu merangsang pemikiran yang jernih dan biru muda membantu menenangkan pikiran dan meningkatkan konsentrasi.

Hijau
Hijau menggambarkan kesehatan, uang, dan warna alam.Berdasarkan cara pandang ilmu psikologi warna hijau sangat membantu seseorang yang berada dalam situasi tertekan untuk menjadi lebih mampu dalam menyeimbangkan emosi dan memudahkan keterbukaan dalam berkomunikasi. Hal ini diyakini sebagai efek rileksasi dan menenangkan yang terkandung dalam warna ini..

Coklat
Warna coklat adalah salah satu warna yang mengandung unsur bumi. Dominasi warna ini akan memberi kesan hangat, nyaman dan aman. Kelebihan lainnya adalah warna coklat dapat menimbulkan kesan modern, canggih dan mahal karena kedekatannya dengan warna emas.

Pink
Pink adalah warna merah yang lebih muda. Sudah umum kalo pink adalah warna cinta dan romantis. Pink juga berarti kebaikan dan polos. Uniknya, di tim olahraga biasanya mengecat kamar ganti pemain musuh dengan warna pink untuk menurunkan semangat musuh mereka. Beberapa penjara untuk penjahat berbahaya biasanya di-cat dengan warna pink supaya tahanan tidak agresif dan lebih tenang.

Orange
Warna oranye memberi kesan hangat dan bersemangat. Warna ini merupakan symbol dari petualangan, optimisme, percaya diri dan kemampuan dalam bersosialisasi. Warna oranye sebagai peleburan dari warna merah dan kuning, sama-sama memberi efek yang kuat dan hangat. Namun sekedar catatan bahwa warna oranye juga dapat memberi kesan murah jika digunakan terlalu dominan, karena warna ini memberi kesan mudah untuk dijangkau. Warna yang baik untuk dipasangkan dengan warna oranye diantaranya adalah warna ungu atau biru karena akan memberi kesan unik dan berkelas.

Putih
Putih berarti murni, polos, kosong, dan luas. Putih membantu kreativitas, makanya white board berwarna putih. Sering digunakan untuk manipulasi ruang. Anggota medis biasanya menggunakan warna putih untuk menggambarkan sterilitas. Pengantin pakai pakaian putih agar lebih saling percaya. Kekurangan warna putih adalah dapat memberi rasa sakit kepala dan mata lelah jika warna ini terlalu mendominasi.

Hitam
Biasa sebagai simbol kejahatan, hitam juga berarti kekuatan. Hitam sering digunakan dalam fashion karena dapat membuat orang terlihat lebih langsing. Tapi rupanya, sering memakai pakaian berwarna hitam membuat orang mudah mengagumi kita. Karena Hitam, Berarti Elegan. Hitam juga menandakan sesuatu yang berat dan serius.
nah, itu kalo warna menurut perspektif psikologi. kalo menurut kamu?



sumber:
http://nowsourcing.com/blog/wp-content/uploads/2012/01/louisville-painter.html
http://psychology.about.com/od/sensationandperception/a/colorpsych.htm
http://www.colour-affects.co.uk/psychological-properties-of-colours
http://www.infoplease.com/spot/colors1.html
http://www.2knowmyself.com/miscellaneous/Color_psychology
http://www.precisionintermedia.com/color.html

Selasa, 25 Desember 2012

5. Fenomenologi

Fenomenologi
Pendekatan fenomenologi ini lebih memperhatikan pada pengalaman subyektif individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.

nah dalam bahasa gampangnya, fenomenologi itu, kita menganalisis individu dengan memepertimbangkan Pengalaman Pribadi individu tersebut, lalu kita berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang biasa dalam situasi-situasi tertentu. berusaha membangun dan menuju perkembangan analisis dari fenomena menjadi lebih baik.

Kapan Sebuah Fenomena Dapat Terjadi?
Fenomena berasal dari bahasa Yunani phainomenon, yang berarti "apa yang terlihat". Fenomena terjadi saat kita melihat atau merasakan sesuatu, misalnya hal – hal yang dirasakan oleh panca indra, hal – hal mistik, fakta yang terjadi dan gejala – gejala alam.

Kritik Fenomenologi
Fenomenologi memandang objek kajiannya sebagai kebulatan yang utuh, tidak terpisah dari objek lainnya. Dengan demikian fenomenologi menuntut pendekatan yang holistik, bukan pendekatan partial, sehingga diperoleh pemahaman yang utuh mengenai objek yang diamati.Fenomenologi tidak memberi jarak terhadap subjek atau objek yang diamati. Sehingga hubungan antara peneliti dengan subjeknya menjadi kabur. Tidak dapat lagi menegaskan objektivitas atau penelitian bebas nilai, tetapi harus sepenuhnya mengaku sebagai hal yang ditafsirkan secara subjektif dan oleh karenanya status seluruh pengetahuan adalah sementara dan relatif. Pengetahuan atau kebenaran yang dihasilkan cenderung subjektif yang hanya berlaku pada kasus, situasi, kondisi, serta dalam waktu tertentu.

Refleksi Fenomenologi
Fenomenologi merupakan ilmu yang bertujuan untuk mendapatkan penjelasan tentang suatu realitas yang tampal. Fenomenologi memanfaatkan pengalaman intuitif atas suatu fenomena.

nah, sekarang mari kita analisis seseorang yang tadinya super duper cuek terhadap pasangan-pasangan nya yang terdahulu. kalo pacarnya ingin pergi keluar, dia hanya bilang "O, yaudah tiati yak". dan sekarang, ia menjadi orang yang sangat super duper mega overprotective. setiap si pacar mau jalan sama teman-temannya, si pacar selalu di tanya," Mau kemana? Sama siapa? Pulang jam berapa? ada temen cowo nya ga? aku temenin yah"
mengapa ia bisa bersifat seperti itu? bukanny cuek adalah sifat dasarnya?

mari kita analisis pengalaman orang tersebut. sebut saja ia Vijay. mari kita analisis pengalaman si Vijay terlebih dahulu untuk mengetahui mengapa ia menjadi sangat over protective seperti itu? metode yang paling sering digunakan adalah Wawancara.
kita tanya-tanya si Vijay mengenai pengalaman masa lalu nya. Apakah pernah tersakiti? apakah sifat cuek yang dulu ia lakukan pernah berbalik menyerangnya? apakah ia pernah punya pengalaman buruk dengan rasa cueknya? apakah ia pernah diselingkuhi? setelah ditemukan jawabannya. dari situ kita dapat menganalisis tingkah laku overprotectivenya yang sekarang ini. "oh, ia pernah di selingkuhi. oh gara-gara ke cuekannya banyak mantan-mantannya yang malah neglunjak dan bermain api dibelakang a.k.a selingkuh. oh si vijay blablablabla.
nah kurang lebih seperti itu cara kita menganalisis seseorang melalui pendekatan fenomenologi. kurang lebihnya saya mohon maaf. karna disini saya juga sebagai penulis sekaligus pembaca yang masih sama-sama belajar. jika ada koreksi tolong disampaikan. akhir kata saya ucapkan " grazie, ciao".


4. Neurologis

Kalo ini pendekatan paling simple
nah, kita menganalisis tingkah laku seseorang berdasarkan keadaan biologis nya.
ga perlu panjang lebar, saya rasa anda semua paham.

coba anda analisis orang yang sedang makan

makan, artinya kondisi lambung orang tersebut dalam keadaan kosong dan kadar asam lambung yang meningkat mengakibatkan orang tersebut merasa kelaparan, dan rasa lapar yang ditimbulkan oleh lambung, di larikan ke otak melalui impuls saraf. lalu otak menyuruh tangan kita untuk bergerak menyuap nasi. titik. that's it. simple?

sekarang bagaimana dengan orang yang sedang berhubungan sex?
make it by your own words.
ciao.

Sabtu, 15 Desember 2012

3. Kognitif

hai, lah lamo indak basuo. baa kaba ang? elok?
sekarang den hendak membicarakan topik yang aden janjikan kemaren.
Pendekatan Kognitif
Apa itu pendekatan kognitif? apa bedanya dengan pendekatan behavior?
dalam pendekatan ini manusia dipandang sebagai manusia. kenapa?
Dalam teori ini manusia tidak lagi dipandang sebagai makhluk yang bereaksi secara pasif pada lingkungan, tetapi sebagai makhluk yang selalu berusaha memahami lingkungannya. Manusia berusaha menemukan identitas dirinya dan mencapai apa yang didambakannya. Perilaku manusia bukan sekedar respons terhadap stimuli tetapi produk berbagai gaya yang mempengaruhinya secara spontan dan harus dilihat dari konteksnya.
tidak seperti behavior, pendekatan kognitif mengedepankan adpek olah data/proses berpikirberpikir.
sama seperti pendekatan behavior polanya, namun ditambahkan olah data/proses berpikir di tengah.
S -> O -> R
S : Stimulus
O : Olah Data
R : Respons

Berbeda dengan Behavior, Respons yang akan dilakukan oleh individu terhadap stimulus itu tergantung kepada persepsi (bagaimana cara ia melihat stimulus) individu terhadap stimulus yang  diberikan.
sebagai contoh :
saat anda memilih untuk menahan lapar di saat sedang asik-asiknya belajar untuk UAS besok pagi.

mari kita analisis kasus ini.
S: Rasa Lapar
O: Jika saya makan, saya akan membuang kesempatan saya untuk mendapatkan nilai yang sempurna.
R : Menahan Lapar dan lanjut Belajar.
 
selesai... simple bukan?
belajar psikologi gak susah kok.
sekarang kita sudah bisa menganalisis orang dengan 3 pendekatan yang telah kita pelajari.

hmmm, satu pr lagi. coba analisis orang yang berpoligami melalui pendekatan kognitif... oke? see ya'

Selasa, 11 Desember 2012

2. behavior

oke malam ini mari kita bercumbu dengan pendekatan kedua, yaitu Behavior. ini yang mau dibahas adalah Pendekatannya terlebih dahulu. nanti dari sini. perkembangan ilmunya, dari Pendekatan-->Aliran. nah malam ini saya akan membahas tentang pendekatannya terlebih dahulu

Pendekatan Behavior itu yang punya ide si om J. B Watson.
hah? sape tuh? James Bond Watson? John Baskoro Watson?
BUKAAAAANN!!!!
J.B Watson itu tokoh psikologi brur. nama panjangnya John Broadus Watson. hidupnya masih satu jaman sama papi Freud. tapi beda tempat. Freud lahir di Austria, kalo Watson orang US asli.
hmmm. kalo mau ngebahas tokoh kayaknya bakalan lama deh. soal tokoh saya rasa wikipedialah masternya. kalian bisa cek tentang J.B Watson di http://en.wikipedia.org/wiki/John_B._Watson

oke lanjut. analisa seseorang melalui pendekatan behavior yah. artinya ini kita menganalisis tingkah laku seseorang berdasarkan perilaku yang ditunjukan oleh individu tersebut.
misal. kita ingin menganalisis seseorang tertawa. kita analisis apa yang membuatnya tertawa?
SELESAI.
simple kan?
apa? mau penjelasan lebih dalam?
okeoke

jadi tingkah laku manusia itu terbagi menjadi dua :
1. Overt
2. Covert

apa bedanya? huruf c nya? bukaaannn.....
Overt itu adalah Tingkah Laku yang Nampak Oleh Kasat Mata. seperti yang saya contohkan tadi. Tertawa. tertawa nampak oleh mata kita bukan? 
nah kalau Covert itu artinya Tingkah Laku yang Tidak Tampak Oleh Kasat Mata kita. contohnya adalah bahagia. apakah kita bisa melihat orang itu benar-benar bahagia atau tidak oleh kasat mata kita? tidak bukan. perlu kita observasi dulu orangnya.

oke itu untuk pembagian tingkah laku. sekarang kita masuk ke pembahasan pendekatan Behavior itu sendiri.
dalam behavior dikenal dengan
S --> R
S adalah Stimulus
R adalah Respons
menurut J. B Watson, Ada Stimulus pasti ada Respons.
misal. ada badut di sebuah pertunjukan sirkus. ia sedang beraksi di atas panggung, mengundang banyak tawa dari orang-orang. penonton sangat riuh tertawa pada saat itu.
analisis :
Stimulus nya adalah, Kelakuan si badut yang sangat lucu tersebut
Respons nya adalah, Semua penonton terpingkal-pinkal, tertawa terbahak-bahak.

nah, apa anda berani menjamin semua penonton yang ada di sirkus tersebut tertawa semuanya?
yap, Respons dari setiap orang berbeda-beda, tergantung bagaimana lingkungan mengajarkannya bagaimana untuk merespons stimulus yang diberikan.
kalau misalnya di lingkungannya di ajarkan, jika ada orang yang melucu, respons yang mesti dilakukan adalah membunuhnya, ya matilah badut tersebut. untung sampai saat ini, belom ada kasus seperti itu. "badut mati karna melucu" haha
oke? sampai sini sudah pahamkah anda?

contoh kasus lain : orang makan
S : Rasa Lapar
R : Lingkungannya mengajarkan, jika lapar Makan

sudah paham?

kalau menurut pakar psikologi yang lain. pendekatan behavior itu menganggap, manusia sebagai Hewan. karna tidak ada olah data, atau berpikir.
nah nanti adalagi pendekatan namanya Pendekatan Kognitif, pendekatan ini agak sedikit bertentangan dengan pendekatan behavior. polanya S-O-R.
 apa itu? akan dijelaskan pada next post. so stay tuned! :)

sekarang penulis mau ngasih pr dulu yak.

coba dianalisis, seseorang yang melihat wanita cantik dengan berpakaian minim, lalu memperkosanya.
cobaa di analisis menurut 2 pendekatan yang sudah saya pernah berikan. Psikoanalisa dan behavior.
Good luck :)

Senin, 10 Desember 2012

1. Psikoanalisa

Jiwa manusia itu sangat rumit, kami sebagai mahasiswa psikolog digembleng habis-habisan untuk memplejarinya. walhasil ditemukan 5 pendekatan dan beberapa aliran untuk memahami sifat-sifat manusia. sore ini saya ingin membahas 1 pendekatan terlebih dahulu.

1. Psikoanalisa

Psikoanalisa dipopulerkan oleh Sigmund Freud, beliau menyebutkan bahwa manusia itu pada dasarnya jahat, Freud menyebut prinsip kesenangan (pleasure principle). semua manusia itu pada dasarnya ingin selalu dipenuhi hawa nafsunya. nafsu untuk makan, minum, tidur, sex, dan lain-lain. selanjutnya hal yang seperti ini lebih dikenal dengan nama id.  semua kebutuhan id pada dasarnya ingin selalu harus dipenuhi. jika tidak terpenuhi maka akan terjadi kecemasan yang amat sangat. beberapa akhirnya disalurkan melalui mimpi

selain id, yang berlaku pada diri manusia adalah super ego,  super ego adalah aspek kepribadian yang menampung semua standar internalisasi moral dan cita-cita yang kita peroleh dari kedua orang tua dan masyarakat – kami rasa benar dan salah. Superego memberikan pedoman untuk membuat penilaian.

lalu komponen terakhir adalah ego, Ego adalah komponen kepribadian yang bertanggung jawab untuk menangani dengan realitas. Menurut Freud, ego berkembang dari id dan memastikan bahwa dorongan dari id dapat dinyatakan dalam cara yang dapat diterima di dunia nyata. Fungsi ego baik di pikiran sadar, prasadar, dan tidak sadar.
Ego bekerja berdasarkan prinsip realitas, yang berusaha untuk memuaskan keinginan id dengan cara-cara yang realistis dan sosial yang sesuai. Prinsip realitas beratnya biaya dan manfaat dari suatu tindakan sebelum memutuskan untuk bertindak atas atau meninggalkan impuls. Dalam banyak kasus, impuls id itu dapat dipenuhi melalui proses menunda kepuasan – ego pada akhirnya akan memungkinkan perilaku, tetapi hanya dalam waktu yang tepat dan tempat.

Ego juga pelepasan ketegangan yang diciptakan oleh impuls yang tidak terpenuhi melalui proses sekunder, di mana ego mencoba untuk menemukan objek di dunia nyata yang cocok dengan gambaran mental yang diciptakan oleh proses primer id’s.

INTERAKSI ANTARA ID, EGO DAN SUPER EGO

saya analogikan Id itu adalah Kuda, Super ego adalah Joki,  dan arah kuda itu berjalan adalah Ego . mari kita bermain bersama si penunggang kuda satu ini.
menurut anda, apa itu sifat dasar kuda?
Liar, dan Semaunya bukan. seperti itulah Id yang ada pada manusia. Liar bak hewan, kuat bagaikan kuda.
apa jadinya jika Kuda itu berjalan sendirian tanpa didampingi oleh sang penunggang kuda atau joki. pasti tak tau arah dan liar kemana-mana bukan.
itulah guna dari super ego, ia bersifat mengarahkan id agar tidak terlalu liar dan tetap dapat berjalan sesuai tempatnya.
dan ego, adalah hasil akhir dari interaksi antara id dan super ego. ego adalah sang eksekutor, dan arah dari kuda itu adalah analogi dari ego. entah kuda tersebut tetap liar, atau si joki yang memegang kendali atas kudanya. atau keduanya seimbang. tergantung ego nya, ingin menuruti ke arah mana.

butuh visualisasi? nih



jadi kesimpulannya adalah.
komponen jiwa manusia menurut pendekatan psikoanalisa ada 3
Id
Ego
dan Super Ego

Id adalah nafsu dasar manusia
Super ego adalah norma-norma yang berlaku di masyarakat yang bersifat untuk mengendalikan Id
dan Ego adalah sang Eksekutor, mau dibawa kemana jiwa dan raga manusianya tergantung ego nya.
 

Coba kita analasis kasus, orang yang sedang memperkosa melalui pendekatan psikoanalisa.

Idnya orang tersebut adalah hasrat akan kebutuhan seksualnya yang sangat tinggi, dan kebetulan melihat wanita cantik dengan pakaian minim di depannya
Super Ego nya adalah norma yang berlaku pada lingkungannya, bahwa SALAH jika memperkosa orang
Ego nya adalah, ID yang berinteraksi secara hebat dengan superego, setelah perang berkecamuk di otaknya, ego nya lebih memilih Id, dan akhirnya Id lah yang menang dan akhirnya Id yang menguasai jiwa dan raga sang pemerkosa.

sebenernya masih banyak pendekatan yang bisa dipelajari untuk melihat sifat manusia. masih adal 5 lagi. pendekatan behavior, kognitif, fenomenologi, neurologi, dan islam. namun penulis nampaknya punya tugas lain di luar sana. banyak jiwa yang mesti diselamatkan oleh penulis. hahaha jangan bilang siapa-siapa, tapi saya ini sebenernya ranger merah *whispering*

yang perlu diingat, tidak HANYA dengan satu pendekatan saja kita bisa menganalisis perlakuan seseorang, tapi satu kasus bisa dianalisis dengan BANYAK pendekatan. ya seperti yang sudah penulis sebutkan, masih ada kognitif, behavior dan lain lain.

akhir kata saya ucapkan wassalamualaikum.

Sumber : Mario Rizki (mahasiswa Psikologi semester 7)
               Abdurrahman Saleh, M.Si (Dosen Psikologi UIN Jakarta)