About the Blogger

Cuma Mahasiswa yang suka luntang lantung dan gak tahu arah. makannya doyan jalan-jalan buat nyari arah.
aku? siapa? mampir aja ke sini atau ke sini . tar juga tau. hehe

Jumat, 31 Januari 2014

Random #2

1. Tau gak? Hidup kamu di sini. Sangat berarti dan berkaitan dengan banyak orang. Bahkan sampai sejauh orang di U.S sono. Gak percaya? Ayok kita bermain logika lagi.

Kamu, melakukan sebuah tindak korupsi => seorang penulis artikel dr eropa menulis berita tentangmu => ia dapat upah dan membelikan anaknya mainan => orang brazil penjual mainan itu, bisa menyekolahkan anaknya di Brazil sana, karna mainannya laku => guru di sana bisa membahagiakan orang tuanya karna gajinya itu => dan seterusnya dan seterusnya.

Oke itu baru dari sisi si penulis berita. Bagaimana dari sisi jutaan pembacanya? Hmm coba kamu bayangkan.

Jadi intinya, hidup dan segala kerumitannya ini, udah ada yang mengaturnya. Hal sekecil apapun yang kamu lakukan, itu pasti berkaitan dengan hal lain di jauh sana. Berbuatlah hal yang positif bagi dirimu sendiri, maupun orang lain, agar menjadi positif juga jika hal itu balik lagi ke kamu nantinya.

2. Tau gak? Kenapa penggambaran sosok Tuhan itu, pasti abstrak. Tidak jelas bagaimana bentuk rupa sebenarnya, alamat rumahnya dimana. Dan lalala lainnya. Kita hanya diajarkan, untuk mempercayai bahwa ada Tuhan di atas sana yang mengatur kehidupan ini. Kita hanya diajak untuk membayangkan. Berimajinasi bebas tentang keberadaan Tuhan.

Kenapa? Karna kalo Tuhan digambarkan menjadi sesosok manusia, yang masih idup apalagi, layaknya firaun yg mengaku sebagai tuhan. Tuhan jadi geada spesialspesialnya. Tuhan jadinya murahan. Tuhannya gejadi sempurna.

Nih, berandaiandai nih ya, kalo ada mukjizat, baskoro jadi putih. Apa gua harus berterima kasih sama firaun? Atau yang lain deh. Nabi Musa as punya tongkat keren, terimakasih juga ama firaun? Atau yg lebih absurd. Nih, tiap orang kan punya kisah idup kerennya masingmasing,  yg berbedabeda juga tentunya. siapa yang mau ngatur kisah itu? Masa firaun? Gimana caranya?

Gak kan? kita cukup berterima kasih kepada Tuhan kita yang abstrak itu. Cukup meyakini keberadaannya dalam hati saja. Karna sesungguhnya, sebagian dari Tuhan itu ada dalam ruh kita. Tuhan ada di dalam setiap hati seorang manusia yang mempercayainya. Bagi yang christian percaya akan Trinitasnya. Moslem percaya akan Allah yang Maha Sempurna. Atau Hindu yang percaya akan kisah Krisna.

Jumat, 24 Januari 2014

Random

Dunia meruntuhkan langitnya
Awan kelam bercumbu bersama kilat
Bumipun berdansa bersama gunung api itu
Pohon pohon terbakar

Tapi ada satu, satu pohon kecil
Daunnya hijau sekali
Tumbuh bersama dunia yg tak ingin bersahabat
Ia telah didustai
Dikhianati
Dikhianati oleh Dunia yang pernah berjanji untuk tumbuh bersama
Khawatir, getir dedaunannya
Takut ia tak bisa tumbuh bersama angin
Airpun mulai takut untuk mengantarkan makanan untuknya
Hanya Matahari, yang masih mau mengajaknya bercanda
Itulah yang membuatnya tegar berdiri
Ingin terus tumbuh

Hebat
Pohon kecil itu, hebat
Pohon lain, tak pernah melihatnya menangis
Selalu tersenyum
Selalu menunjukkan kemolekkan hijau segar dedaunan.
Tetap menyejukkan dunia di sekelilingnya
tak pernah ada yang tau, betapa menderitanya dia
Hanya Mataharilah yang tau
Tau bahwa
Ia masih berharap dunia akan kembali mengajaknya bersahabat.
Tumbuh bersama lagi seperti awal dulu.

Rabu, 22 Januari 2014

Jakarta Sudah Habis! kata Babe Iwan lebih dari 20 tahun lalu.

Jakarta sudah habis
Musim kemarau api
Musim penghujan banjir

Jakarta tidak bersahabat
Api dan airnya bencana
Entah karena kebodohan kecerobohan
Atau keserakahan

Jakarta sudah habis
Diatasnya berdiri bangunan bangunan industri
Disekitar bangunan bangunan itu
Bangunin bangunin memproduksi belatung

Jakarta sudah habis
Warna tanahnya merah kecoklat coklatan
Mirip dengan darah
Mirip dengan api
Mirip dengan air mata

Tanah Jakarta sedang gelisah
Jangan lagi dibuat marah
Tanah Jakarta sedang gelisah
Jangan lagi dibuat marah

Jakarta sudah habis
Dijalan jalan marah ( Dijalan )
Dijalan marah marah
Dirumah rumah marah ( Dirumah )
Dirumah marah marah
Apa enaknya ?

Jakarta sudah habis
Empat puluh persen rakyatnya
Beli air dari PAM
Sisanya gali sendiri

Persoalannya gali pakai apa ?
Tentu saja gali pakai duit
Duitnya terbuat dari air mata asli

Jakarta sudah habis

Sebentar lagi kita akan menjual
Air mata kita sendiri
Karena air mata kita
Adalah air kehidupan

Jakarta sudah habis
Tetapi Indonesia bukan hanya Jakarta

Jakarta
Jakarta

Cuma enak buat cari duit
Nah kalau duit sudah punya
Hijrah saja
Hijrah saja
Hijrah saja
Hijrah saja

Tanah Jakarta sedang gelisah
Jangan lagi dibuat marah
Tanah Jakarta sedang gelisah
Jangan lagi dibuat marah

Jakarta
Jakarta
Jakarta
Hijrah saja

Jakarta sudah habis
Musim kemarau api
Musim penghujan banjir

Jakarta tidak bersahabat
Api dan airnya bencana
Entah karena kebodohan kecerobohan
Atau keserakahan

Jakarta sudah habis
Jakarta sudah habis